Ke Indonesia Kalau Mau Bebas Alergi!

Bersin-bersin, mata gatal dan berair atau sesak nafas. Itulah beberapa gejala alergi. Menurut dr. Oei H.D. pakar alergi di Den Haag, banyak orang Indonesia di Belanda jadi alergis. Ini kebanyakan terjadi di musim semi sampai akhir musim panas (Mei hingga Agustus).

“Alergi, sebetulnya keturunan, kalau ada orang bakat alergi, di Indonesia dia tidak menderita hay fever tapi di Belanda iya. Sebabnya, di Indonesia tidak ada winter, spring, dan musim panas,“ kata dr Oei.

Gejala hooikoorts atau hay fever terjadi karena banyak serbuk rumput dan serbuk pohon berk yang berterbangan di udara. Karena suhu udara di Belanda yang tiba-tiba meningkat, semua tanaman tumbuh dengan cepat dan mengakibakan banyak serbuk di udara.

Serbuk ini terbawa angin dan dihirup manusia. Dengan menghirup udara, serbuk itu masuk ke tubuh, bereaksi dengan antibody lalu keluarlah apa yang disebut antihistamine. Itulah yang membuat orang bersin-bersin, mata gatal-gatal atau sesak nafas.

Jenis alergi
Kepada Radio Nederland, pakar alergi ini menjelaskan ada 4 tipe alergi. Tipe 1 adalah bersin-bersin akibat rumput atau serbuk lain. Reaksi ini cepat. Dalam 5 sampai 30 menit setelah menghirup serbuk itu. Alergi terhadap shampo, nikel atau parfum itu adalah alergi tipe 4 yang timbul setelah 24 jam, penyebabnya adalah lymphocytes. Tidak ada hubungannya dengan faktor keturunan.

“Kalau orang sering pakai shampo atau parfum, lama-lama dia bisa alergis. Delapan atau 24 jam setelah pakai itu dia bisa gatal-gatal kepala, muka atau badannya,”jelas dr. Oei HD. Ada juga alergi makanan. Kalau misalnya terlalu sering makan satu jenis buah, kemudian bisa alergis terhadap buah itu.

Di antaranya ada tipe 2. Alergi akibat transfusi darah misalnya. Si penerima darah bisa demam, bisa sakit bila transfusi darah tidak cocok. Tipe 3 misalnya adalah alergi unggas, antara lain terhadap burung dara. Ini bisa dialami oleh pemelihara burung dara.

Bisa sembuh
Menurut Dr. Oei alergi bisa disembuhkan, obat-obatan dewasa ini sangat bagus dan tidak ada efek samping. Selain minum obat bisa juga disembuhkan dengan memberi suntikan ekstrak rumput atau dengan tablet ekstrak rumput.

Ketika ditanya Radio Nederland, bernarkah makin banyak jumlah orang alergis? Ia menjawab: “Pasti, karena alergi itu turunan. Contohnya saya. Saya alergis, istri saya tidak. Kedua anak saya alergis. Orang alergis punya anak dengan orang tidak alergis, anaknya alergis.” Garis ini terus berlanjut.

Gen pembawa alergi lebih dominan ketimbang gen tidak pembawa alergi. Salah satu orang tua alergis, kemungkinan anak alergis 30 – 50%. Kalau keduanya alergis kemungkinannya 50 – 80%. Kalau kedua orang tua tidak alergis, kemungkinan anak alergis 0 -25%.

Gampang menguji alergi
Goreskan berbagai ekstrak dari serbuk sampai kotoran tungau pada kulit di tangan. Dalam 20 -25 menit kelihatan alergis atau tidak. Cara lain adalah dengan tes darah. Alergi makanan juga begitu, misalnya alergi kacang, telur dan susu. Alergi bisa hilang kalau sudah dewasa, tapi harus hati-hati.

Alergi kacang bisa fatal, orang bisa meninggal. “Anak kecil 2 atau 3 tahun yang alergis terhadap telur atau susu, nanti 6 atau 7 tahun alerginya berkurang, beri sedikit demi sedikit susu atau telur. Kalau alergi kacang harus hati-hati betul, bisa sesak nafas, gatal-gatal, bisa syok, tekanan darah tiba-tiba turun. Kalau tidak langsung diberi adrenalin bisa meninggal.”

Waspadai tungau
Banyak juga orang di Indonesia sering gatal-gatal atau sesak nafas. Apakah itu juga alergi? “Di Indonesia tidak ada alergi serbuk rumput atau pohon, tapi banyak sekali alergi terhadap house dust mite [debu halus penuh tungau–red],” jawab dr. Oei. Debu halus dari tungau kecil yang tidak kasat mata telanjang ini ada di tempat tidur.

Tungau-tungau itu makan sisik kulit kepala kita, mereka bersarang di tempat tidur selain juga di bantal. Jika ingin bebas dari gangguan itu, bisa menggunakan sarung bantal dan sarung kasur yang khusus terbuat dari polyurethane. Sarung itu membungkus rapat bantal, kasur dan selimut sehingga kotoran tungau tidak keluar. Allergy free cover, namanya.
Diterbitkan : 6 September 2011 – 4:11pm | Oleh Yanti Mualim (Yanti Mualim)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s