Belanda-Indonesia, Seberapa Penting

Belanda-Indonesia, Seberapa Penting
Diterbitkan : 4 Oktober 2010 – 9:10pm |
Oleh Redaksi Indonesia (Foto: lukisan Hal Wichers, Maritiem Museum Rotterdam)
Konon Indonesia penting bagi Belanda, dan Belanda penting bagi Indonesia. Di bawah ini ada berbagai informasi yang dapat membantu anda untuk menilai sendiri, seberapa penting Belanda bagi Indonesia, atau sebaliknya.
Status Warga Indonesia
Kedudukan warga Indonesia menurut definisi dua lembaga resmi Belanda, Biro Pusat Statistik dan Dinas Imigrasi, ternyata berbeda.
Centraal Bureau voor de Statistiek, atau Biro Pusat Statistik Belanda, mengkategorikan warga Indonesia sebagai pendatang dari negara Barat. Termasuk dalam kategori ini orang yang berasal dari negeri Eropa lain dan Amerika Utara, serta Jepang.
Warga Indonesia, menurut BPS Belanda tidak termasuk pendatang asing bukan ‘Barat’. Lucunya, pendatang asal Turki, yang sebagian dari wilayahnya termasuk benua Eropa, dikategeorikan sebagai ‘Bukan Barat’.
Sementara itu, Immigratie- en Naturalisatiedienst (IND), atau Dinas Imigrasi dan Naturalisasi Belanda menerapkan ketentuan lain.
Untuk berkunjung ke Belanda, warga negeri Eropa, Amerika Utara atau Jepang, tidak perlu mengurus visa masuk. Dalam urusan ini, warga Indonesia, untuk bisa masuk harus memenuhi berbagai persyaratan dan terlebih dulu mengajukan permohonan visa. Sebagaimana halnya warga asal Bangladesh, Myanmar, Somalia atau Haiti.
Warga negara beberapa tetangga Indonesia, seperti misalnya Brunei Darussalam, Malaysia dan Singapura, boleh datang ke Belanda tanpa harus minta visa masuk.
Ekonomi
GDP Belanda tahun 2009 (dalam juta) 792.128 Dolar AS, penduduk total 16,4 juta jiwa dan luas cuma 41.526 km persegi. Indonesia, GDP 540.277 juta Dolar AS, jumlah penduduk 227,3 juta orang dan luas 1.904.569 km persegi.
Menurut data Bank Dunia, GDP Belanda berada pada ranking ke 16, sementara Indonesia ke 18. Tapi, jika menghitung pendapatan per kapita, Belanda berada pada peringkat 14, sementara Indonesia 144.
Nilai total expor dari Indonesia ke Belanda, selama periode Januari – Oktober 2009 mencapai 2,95 milyar USD.
Ekspor Indonesia ke Belanda (10 besar).
Komoditas: Nilai (juta USD)
Minyak kelapa sawit /CPO 276,46
Timah batangan 237,26
Peralatan transmisi radio 162,68
Furnitur 119,83
Produk besi dan baja 72,32
Kopra 147,95
Mesin pemroses data otomatis 134,88
Batubara 113,34
Mesin percetakan 62,38
Kayu untuk lantai dsb 58,21
Total 1,39 milyar USD (49,96%)
Investasi Belanda di Indonesia (2006 – 2009)

Tahun Proyek Nilai (juta USD)
2006 24 35,2
2007 36 147,2
2008 34 89,9
2009 32 1,198

Pada tahun 2009 nilai investasi PMA asal Belanda di Indonesia, berada pada peringkat ke dua, atau 11,1 persen dari jumlah total, di bawah Singapura. Catatan investasi PMA asal Singapura: 189 proyek, dengan nilai 4,341 juta USD, atau 40,1 persen dari jumlah total.
Pariwisata
Jumlah Arus Turis Asing ke Indonesia Tahun 2009

Negara Jumlah turis

01 Singapura 1.272.862
02 Malaysia 1.179.366
03 Australia 584.437
04 Jepang 475.766
05 Cina 395.013
06 Korea Selatan 256.522
07 Taiwan 203.239
08 Amerika Serikat 170.231
09 Britania Raya 169.271
10 Filipina 162.463
11 Prancis 159.924
12 Belanda 143.485
Kerja sama pembangunan
Selama ini Indonesia termasuk lima negara utama yang mendapat dana kerja sama pembangunan. Bagi berbagai organisasi donor di Belanda, Indonesia selalu jadi perhatian khusus. Sampai sekarang Indonesia merupakan negara yang paling banyak menerima bantuan kemanusiaan dari Belanda. Ini terutama terkait dengan bantuan dalam musibah tsunami Aceh.
Makanan
Indonesia tentu saja belum punya kemampuan menanam investasi raksasa di negeri Belanda. Walau begitu Indonesia sukses menanam “investasi” makanan. Jumlah restoran atau kantin khas Indonesia menduduki urutan ke empat rumah makan khas makanan asing, setelah Turki (Doner Kebab), Italia (Pizza) dan Cina.
Makanan Indonesia juga merupakan makanan favorit keluarga-keluarga Belanda.

Hadiah Nobel Fisika untuk Si Belanda Geim
Diterbitkan : 5 Oktober 2010 – 2:59pm | Oleh Johan Huizinga (rnw)
Andre Geim, pria Belanda keturunan Rusia bersama dengan sejawat Rusia-Inggris memenangkan hadiah Nobel Fisika. Hadiah itu diberikan karena penelitiannya mengenai grafin, yaitu materi ultra ringan.
Andre Geim menyukai lelucon. Ia mengamati kaki cicak dan kemudian menemukan plester tanpa lem.
Andre Kostantinovic Geim dilahirkan di kota Socchi, Rusia tahun 1958. Tahun 1982, ia meraih gelar Master of Science di Institut Teknik-Fisika di Moskow. Lima tahun kemudian, ia menggondol gelar doktor dari Institute of Solid State Physics di Chernogolovka.
Geim kemudian melanjutkan penelitiannya di Eropa Barat, pada Universitas Nottingham, Bath, serta Kopenhagen. Tahun 2001 ia menjadi profesor di Manchester dan kepala Pusat Teknologi Nano dan Ilmu Meso. Baru pada tahun 2010, ia mulai mengajar di Universitas Radboud di Nijmegen, Belanda.
Sementara, ia sudah menjadi warga negara Belanda.
Marmut
Tahun 2000, Geim juga menerima hadiah Nobel-lg, yaitu varian hadiah Nobel yang asli. Ia mendapatkan hadiah itu karena bisa menerbangkan seekor katak dengan bantuan magnet yang sangat kuat, dan ia mengklaim bahwa marmutnya turut berjasa dalam hal ini, bahkan menyebutnya sebagai sejawat penulis.
“Marmut saya lebih banyak berjasa dalam uji coba itu dibandingkan penulis-penulis lainnya. Jadi kenapa tak boleh disebut?”
Fenomena materi ultra ringan adalah benang merah dalam karirnya. Karena hadiah Nobel itu dianugerahkan kepadanya sehubungan penelitiannya mengenai grafin, materi karbon setebal atom. Geim berhasil mengembangkan lembar-lembar grafin. Pada saat ini grafin digunakan pada layar LCD.
Sesudah diolah dengan elektroda superkonduktor, para peneliti di Delft bisa membuat lembar-lembar grafin menjadi superkonduktor. Dengan demikian di masa mendatang grafin akan bisa digunakan dalam elektronika yang sangat kecil dan tahan panas.
Namun saat ini, pencapaian Geim serta sejawatanya Novosleov yang membuat mereka dianugerahi hadiah, itu murni mengenai penelitian ilmu pengetahuan dasar.
Andre Geim adalah orang Belanda ke sepuluh yang pernah memenangkan hadiah Nobel Fisika. Tidak ada hadiah Nobel yang dianugerahkan kepada orang Belanda sebanyak hadiah Nobel fisika ini. Berikut ini penerima Nobel Fisika Belanda:
1902: Hendrik Lorentz dan Pieter Zeeman; Lorentz menemukan teori bahwa sebuah atom mengandung elektron. Sedangkan Zeeman karena berhasil membuktikan hal itu.
1910: Johannes Diderik van der Waals bagi teorinya mengenai kekuatan tarik menarik antara molekul.
1913: Heike Kamerlingh-Onnes; karena berhasil mendinginkan helium sampai -270BOC sehingga menjadi cair.
1953: Frits Zernike; karena penemuannya mengengai mikroskop fase kontras
1981: Nicolaas Bloembergen; karena sumbangannya bagi pengembangan laserspectroscopie; menerima hadiah bersama Arthur Schawlow en Kai M. Siegbahn.
1984: Simon van der Meer; karena rancangan uji cobanya yang berhasil menemukan partikel W dan Z. Berbagi hadiah bersama Carlo Rubbia.
1999: Martinus Veltman dan Gerard ‘t Hooft; mengembangkan teori untuk mengukur tingkah laku partikel-partikel elementer.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s