Pengalamanku, Hidup dan belajar di Belanda

Beli Secondhand atau Mulung
Apr 8th, 2010
by pengalamanku.

Beli secondhand atau mulung, terus jual seharga waktu beli atau lebih tinggi!

Dulu pas masih sekolah S2 di Leiden (sekarang lagi s3), yang pertama saya lakukan adalah mencari kamar yang murah. Waktu itu saya nekad ke Belanda tanpa pesen kamar dari universitas, soalnya mahal.

Dua minggu saya numpang di kamar teman dekat, sambil giat mencari info. Akhirnya dapat kamar sebesar 15 meter persegi. Tapi 4 bulan disana saya diusir. Tapi saat saya pergi meninggalkan kamar itu, kamarnya sudah fully-furnished (kulkas, lemari baju, rak buku, meja belajar dan kursinya) hasil mulung barang gratisan dari jalanan/orang. Barang-barang gratisan itu saya negosiasikan ke organisasi yang menyewakan kamar tersebut dan dibeli seharga setengah bulan sewa kamar.

Lalu saya tinggal di kamar lain yang murah karena alamatnya tidak bisa didaftarkan ke balai kota dan penghangatnya rusak. Penyelesaiannya, saya pakai alamat lama dan heater oli. Kamar yang tidak sempurna itu murah. Carilah kamar yang demikian.

Buku mahal? Beli aja buku itu (kalau ngga ketemu yang bekas, ya beli yang baru), tapi jaga baik-baik jangan sampai kotor/bernoda, nanti kalau udah semester baru, jual lagi ke mahasiswa baru. Atau lewat internet. Jangan pernah jual ke toko buku secondhand karena pasti harganya jatuh. Cari sendiri pembelinya. Waktu akan menjawab doa kita. Saya pernah membeli buku seharga 45 euro yang dijual 50 euro satu tahun kemudian, hanya karena buku itu ternyata sudah langka dan kalau ketemu harganya 75 euro. Buat buku-buku lain, kalau ngga perlu, ga usa dibeli. Ilmu tidak hanya dari buku toh? Banyak cara menuju kelulusan mata kuliah.

Kalau urusan makan? Saya selalu pergi ke ALDI supermarket dan beli semua dengan ukuran yang paling besar. Sayur favorit saya sawi karena 1 buah=1.5 euro bisa dimakan 3x. Saya juga rajin ke pasar dan nyari apa yang lagi murah, terus berkreasi di dapur bikin masakan yang layak makan. Keahlian memasak bertambah, perut pun kenyang.

Kalau diajak makan diluar? Saya jarang mau. Sebaliknya saya sering mengusulkan potluck dinner. Tiap orang bawa 1 jenis masakan dan dimakan ramai-ramai. Mendelegasikan acara-acara sosial seperti ini adalah jalan yang paling bijaksana dan praktis. Kita bisa bawa menu-menu murah tapi enak seperti nasi goreng. Bandingkan modal bikin nasi goreng (3 euro untuk 4 orang) dengan makan diluar (20 euro per orang). Cara ini bikin saya tidak ditendang dari sosialisasi dan tetap bisa menghemat. Kalau diajak minum kopi? Saya selalu beli machiatto, karena banyak isinya.

Kalau transportasi? Carilah sepeda di milieudienst, karena disana mereka jual sepeda-sepeda sitaan yang kebanyakan masih sangat bagus banget dibawah harga pasaran (contoh: sepeda 45 euro disana, harga secondhand diluaran bisa 100 euro). Selain menghemat biaya olahraga (contoh: ke fitness center), kamu juga menghemat biaya bis/tram. Dingin? Kalau ngebut pake sepeda lama-lama badan hangat sendiri kok. Atau minum teh panas sebelum naik sepeda.

Kalau jalan-jalannya keluar kota? Tiket kruidvat saya pakai (12.50 euro kemana saja di Belanda selama Sabtu/Minggu). Mau ke Belgia/Jerman? Cari perbatasan dong, terus berhenti disitu ganti kereta internasional. Contohnya dari Rosendaal (Belanda) ke Antwerpen (Belgia) itu cuma 6.5 euro bolak balik. Kalau mau jalan-jalan pakai pesawat? Saya cek http://www.ryanair.com dan pilih 1 tujuan dari yang ditawarkan. Kadang harganya cuma 5 euro sekali jalan.

Belanja? Sabar dan niat. Sabar nunggu waktunya sale besar-besaran (bulan Februari dan Agustus) dan niat mencari barang bagus-murah di tumpukan barang jelek-murah. Saya percaya selalu ada permata di antara debu. Hasilnya? Atasan 2.5 euro, rok 12.5 euro, celana jeans selutut 5 euro, sepatu boots 25 euro. Sering-seringlah menengok belanja online karena biasanya disana pilihan lebih banyak dari toko.

Tapi apa sebenarnya kunci dari belanja hemat di Belanda? Barang secondhand. Cari di toko secondhand atau http://www.marktplaats.nl. Kalau cuma berniat satu tahun di Belanda, belilah barang-barang secondhand yang masih bagus dan kurang lebih umurnya masih panjang. Di akhir tahun ajaran, jual semua dengan harga yang sama atau lebih tinggi bahkan tergantung kondisi barang. Ini sama saja dengan cuma meminjam barang-barang itu dengan gratis. Beruntunglah mereka yang suka menjaga barang-barangnya. Baju dan barang-barang fashion juga kalau mau mencari bisa menemukan merk-merk seperti ikat pinggang Calvin Klein kulit asli dengan harga 1,5 euro.

Mahasiswa internasional di Belanda dapat ijin kerja 10 jam seminggu. Pergunakan ini. Dulu saya sempat kerja jadi penulis lepas di koran universitas dan jadi pembantu di rumah-rumah. Dengan gaya hidup seperti di atas, saya tidak pernah tambal sulam di akhir bulan, dan malahan tabungan saya bertambah. Yang penting cuma niat dan percaya bahwa hidup hemat di Belanda itu bisa dilakukan tanpa perlu mengorbankan social life dan harga diri.

Cerita Tita Alissa Listyowardojo, Groningen
http://blogs.rnw.nl/pengalamanku/2010/04/08/beli-secondhand-atau-mulung/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s